Kamis, 22 Januari 2009

Lebih Jauh Mengenal Layout Blogpot (2)

Postingan ini merupakan bagian ke-2 dari posting yang membahas layout blogpot. Jika dibagian pertama kita membahas sampai pada pembagian layout blog berupa head dan body, maka pada postingan ini kita melanjutkan mempelajari lebih dalam lagi bagaimana isi dari head dan body tersebut dibentuk.
Pertama-tama, silahkan login terlebih dahulu untuk masuk ke akun blogpot pembaca. Pada bagian dasbor, klik menu Tata Letak, kemudian pilih tab submenu Edit HTML. Pembaca akan melihat sebuah kotak yang berisi struktur bahasa pemrograman blog. Pada kotak tersebut kita bisa melihat bagian mana saja yang berada dibagian head dan bagian body. Sebagai contoh saya akan menunjukkan salah satu bagian yang terdapat dibagian body:

<b:section class='sidebar' id='sidebar2' showaddelement='yes'>
<b:widget id='Label1' locked='false' title='Categories' type='Label'/>
</b:section>

Untuk membuat sebuah elemen pada body dari layout blogspot, baik itu pada header, mainbar, sidebar , maupun footer, terlebih dahulu kita membuat sebuah section sebagai tempat elemen tersebut didesain.
Struktur diatas merupakan struktur bahasa untuk membuat sebuah elemen berupa label yang berfungsi untuk menampilkan label (kategori) dari posting pada blog kita.
  • Baris pertama menunjukkan bahwa elemen kategori tersebut ditempatkan pada sebuah section (bagian) dengan id=sidebar2 dan class=sidebar. Sedangkan showaddelement='yes' menunjukkan bahwa pada section tersebut akan terdapat fungsi Tambah Gadget, sehingga kita bisa menambahkan gadget (elemen) baru pada section tersebut.
  • Baris kedua menunjukkan gadget yang dibuat pada section tersebut, yaitu berupa widget dengan tipe label dan diberi judul Categories. Tipe menunjukkan jenis widget, sedangkan title menunjukan judul yang kita beri pada widget tersebut.
  • Baris ketiga merupakan tag penutup untuk membuat section.
Seperti itulah pembentukan sebuah elemen pada layout blogspot. Lantas, apakah sesederhana itu? Ho..ho..tentu tidak. Sebenarnya masih ada pengaturan-pengaturan yang diberikan pada elemen-elemen tersebut. Coba perhatikan kolom centang yang bertulisakan "" yang ada disebelah kanan atas kotak kode-kode tersebut. Silahkan pembaca beri centang pada kolom tersebut. Pembaca akan melihat struktur kode yang berbeda dengan yang sebelum dicentang. Sebenarnya fungsi kode tersebut sama, baik sebelum dicentang maupun sesudah dicentang. Kita hanya memperluas tampilan struktur pembentukan elemen-elemen blog kita. Dengan memperluasnya, kita bisa melihat secara lengkap struktur bahasa dalam memdesain elemen-elemen blog kita. Kita juga bisa melakukan pengaturan-pengaturan lebih detail pada elemen-elemen tersebut.
Mungkin pembaca yang masih baru akan merasa sedikit pusing berhadapan dengan kode-kode tersebut. Itulah salah satu kenikmatan menggunakan blogspot, dimana jika kita tidak mau bersentuhan dengan kode-kode tersebut, maka kita bisa mengatur layout blog kita cukup lewat tab submenu Elemen Halaman. Namun, jika pembaca ingin mempelajari dan mengatur layout dari template yang pembaca gunakan secara lebih detail lagi, maka kita bisa melakukannya melalui tab submenu Edit HTML ini.


»»  read more

Lebih Jauh Mengenal Layout Blogpot (1)

Hampir 3 minggu blog ini tidak ter-update sama sekali. Ujian akhir semester memaksa untuk "nyuekin" halaman-halaman seluas layar komputer ini. Minta maaf ya buat pada pembaca tercinta. Semakin cepat tamat kuliahkan semakin punya banyak waktu untuk membagikan ilmu kepada pembaca sekalian, ya gak? :).
Pada postingan ini kita akan mencoba berkenalan dengan layout blogpot, mempelajari bentuk dan bagian-bagian dalam maupun luarnya. Eiittss..apaan tuh? :).
Bagi pembaca yang sudah mendownload panduan menggunakan blog di blogspot dari blog ini, tentu sudah pernah mengetahui bahwa layout dari template blogspot terbagi atas 4 bagian, yaitu header, sidebar, mainbar, dan footer. Silahkan pembaca buka halaman layout blog pembaca dengan memilih tabmenu Tata Letak pada dasbor akun blogspot pembaca. Seperti pada postingan yang membahas tentang hosting dan domain, dimana kita menganalogikan sebuah website seperti sebuah rumah, maka pada postingan ini layout-layout pada website seperti blog secara umum akan kita ibaratkan seperti denah pada rumah tersebut. Denah sebuah rumah biasanya terdiri dari teras depan, dapur di belakang, ruang tamu, bagian samping kiri atau kanan, dan lain-lain. Denah sebuah website misalnya sebuah blog juga terbagi-bagi seperti denah pada rumah tersebut dan digunakan sebagai tempat menampilkan konten blog kita. Karena layout atau denah sebuah website biasanya berbeda-beda antara yang satu yang lain dan tergantung pada keinginan pemilik website, maka saya akan menjelaskan secara general saja layout atau denah sebuah website. Seperti denah rumah pada umumnya, bagian-bagian website seperti blogspot juga mempunyai fungsi masing-masing. Coba pembaca perhatikan kembali halaman Tata Letak yang telah pembaca buka tadi. Berikut screenshoot halaman Tata Letak :
Beberapa fungsi dari bagian-bagian tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Header biasanya berfungsi untuk menampilkan nama, logo, maupun deskripsi dari blog. Informasi tersebut biasanya ditampilkan pada header dengan maksud agar terlihat pada setiap halaman blog. Header diharapkan bisa memberikan gambaran singkat mengenai sebuah blog ketika pengunjung pertama kali membukanya sebelum membaca isi dari blog tersebut.
  • Bagian mainbar merupakan bagian utama dari sebuah blog dimana pada bagian inilah postingan kita akan ditampilkan secara berurutan.Pada blogspot baru, mainbar juga bisa berfungsi sebagai tempat menulis komentar dan menampilkan komentar-komentar tersebut.
  • Sidebar merupakan bagian blog yang berada di sisi blog sebelah kanan ataupun kiri, bahkan ada juga di sisi atas atau bawah (tergantung template blog yang dipakai). Biasanya sidebar berfungsi sebagai tempat menampilkan elemen-elemen tambahan, misalnya kalender, foto profil, dan lain-lain. Pada blogspot, elemen-elemen tambahan ini disebut sebagai gadget. Kita bisa menambahkan pada blog kita gadget baru yang telah disediakan oleh blogspot. Dibagian side mana sajakah kita bisa menambahkan gadget baru? Gadget bisa ditambahkan jika pada side tersebut terdapat fungsi "Tambah Gadget".
    Link yang ditunjukkan oleh tanda panah merah diatas merupakan link yang berfungsi untuk menambah gadget baru. Karena pada sidebar tersebut terdapat fungsi Tambah Gadget, berarti kita bisa menambahkan gadget pada sidebar tersebut.
    Untuk melakukan penambahan sebuah gadget baru, silahkan klik link tersebut. Maka akan muncul halaman yang berisi list gadget yang telah disediakan oleh blogspot.
  • Footer merupakan bagian yang terletak dibagian bawah halaman blog. Biasanya elemen ini berfungsi untuk menampilkan lisensi dari blog kita, misalnya copyright, link sumber template, designer template, dan lain-lain.
Penjelasan diatas merupakan gambaran bentuk dan tata letak dari template blog yang kita gunakan jika dilihat dari luar. Bagaimana sebenarnya layout-layout tersebut disusun? Pembaca tentu ingat bahwa sebuah website didesain dengan menggunakan bahasa pemrograman web, dimana digunakan tag-tag yang memberikan instruksi bagaimana sebuah website akan ditampilkan. Pada blogspot, layout yang kita gunakan sebenarnya terdiri dari 2 bagian besar, berupa kepala dan badan. Hal ini bisa pula kita ibaratkan seperti tubuh manusia. Tubuh manusia bisa dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kepala dan badan (dari leher sampai ujung kaki), dimana kepala merupakan bagian yang berisi informasi yang disimpan di otak dan berfungsi untuk mengatur gerakan badan kita. Sedangkan badan merupakan bagian yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan aktivitas. Pada sebuah website seperti halnya sebuah blog, kepala ini disebut sebagai head dan badan disebut sebagai body. Bagian head dibatasi oleh tag <head> dan tag </head>. Sedangkan bagian body dibatasi oleh tag <body> dan tag </body>. Dibagian head inilah kita akan menyisipkan informasi yang akan digunakan untuk mengatur body dari blog tersebut. Salah satunya adalah struktur CSS yang digunakan untuk mengatur tampilan blog kita. Bagi pembaca yang mungkin masih bingung dengan yang namanya CSS, bisa membaca pada postingan yang ini dan yang ini. Nah, body itu sendiri merupakan bagian blog kita yang akan terlihat pada browser. Dibagian inilah kita kita menampilkan header, sidebar, mainbar, dan footer sebagai tempat kita menampilkan konten blog kita.



»»  read more

Rabu, 07 Januari 2009

Comments

Cara Membuat Cascading Stylesheet (CSS)

Setelah berhadapan dengan soal-soal ujian dari Bapak Dosen, sepertinya akan lebih asyik kalau sekarang melanjutkan postingan yang sempat tertunda kemarin tentang CSS. Rasanya kurang enak kalau terlalu lama memendam informasi yang ada ingin disampaikan kepada para pembaca sekalian. Kali ini kita akan mempelajari bagaimana implementasi atau penerapan dari CSS yang pada halaman website. Ada baiknya pembaca yang masih belum membaca postingan yang saya beri judul "CSS At a Glance" tersebut agar membacanya terlebih dahulu disini.
Sudah dibacakan? Baiklah, sekarang kita lanjutkan lagi ya. Dalam penulisan CSS, atribut yang akan kita deklarasikan biasanya disebut sebagai id dan juga class. id dan class tersebutlah yang akan dipakaikan pada data atau elemen seperti text, tabel, dan sebagainya untuk mengatur tampilannya pada halaman website.

Bentuk penulisan CSS adalah seperti ini:

#atribut{
jenis:ukuran ;
}


Contoh:

#kotakku{
width:200px
}


Maksudnya adalah bahwa kita mendeklarasikan sebuah atribut yang bernama "kotakku" yang akan mempunyai lebar (width) sebesar 100px.
Pada halaman website, kita harus menambahkan atribut CSS "kotakku" pada suatu data atau elemen jika ingin elemen tersebut tampil seperti "kotakku". Misalnya kita akan membuat sebuah text area, maka pada halaman website tersebut kita tuliskan:

<textarea id="kotakku">Isi Area</textarea>

Perhatikan bentuk penulisannya.Dengan menambahkan id="kotakku" berarti div tersebut menyandang atribut (id) yang bernama "kotakku". Dengan demikian, div tersebut akan mempunyai lebar (width)=200px. Hasilnya akan tempil seperti berikut:

Jika kita ingin membuat text area tersebut mempunyai tinggi=200px, maka cukup menambahkan deklarasi baru untuk tingginya.
Sehingga CSS-nya menjadi:

#kotakku{
width:200px;
height:200px;
}

Maka tempilan text area tersebut menjadi:

Jika kita ingin membuat 2 buah text area yang tampilannya sama seperti atribut "kotakku", maka kita tinggal menulis keduanya seperti:

<textarea id="kotakku">Ini Text Area 1</textarea>
<textarea id="kotakku">Ini Text Area 2</textarea>

Maka hasilnya adalah:




Gimana, mudah bukan? Kemudahan tersebut semakin terlihat jika kita ingin menambah deklarasi baru untuk mengatur tampilan dari elemen-elemen yang telah kita buat tadi. Misalnya, kita ingin agar background dari text area tersebut berwarna biru, maka kita cukup mengedit CSS kita sehingga tidak perlu lagi mengedit satu persatu seperti ketika menggunakan tag-tag HTML untuk mengatur tampilan website.

Kita tambahkan deklarasi baru pada CSS kita seperti berikut:

#kotakku{
width:200px;
height:200px;
color:#0226fe;
}

Maka hasilnya akan menjadi:




Coba kita perhatikan penulisan nilai warna pada CSS tersebut. Untuk warna, biasanya ditulis dengan menambah tanda # didepannya. Setiap warna mempunyai kode masing-masing. Pengkodean ini bermaksud agar warna yang didapat juga lebih spesifik. Untuk mengetahui kode-kode warna ini, pembaca bisa melihatnya ketika menggunakan software-sorftware grafis seperti photoshop dan coreldraw, atau dreamweaver, flash, dan lain-lain.

Jika diatas kita sudah mempelajari bagaimana penulisan CSS untuk mendeklarasikan id, bagaimana pula dengan class? Class maupun id pada prinsipnya adalah sama. Yang berbeda hanyalah tingkatannya. Class bisa digunakan untuk mengatur tampilan dari suatu data atau elemen yang memiliki id tertentu. Hal ini sangat mudah dipahami mengingat setiap data tidak mungkin memiliki banyak id. Namun, untuk lebih membedakannya dengan data-data yang mempunyai id yang sama dengan data tersebut, maka bisa digunakan class. Coba kita kembali pada postingan yang lalu mengenai CSS. Misalkan terdapat beberapa mahasiswa ITS dan kita ingin salah satu dari mereka tampil dengan rambut gondrong. Maka kita letakkan padanya sebuah atribut baru misalnya berupa class "Rambut Gondrong".

Bentuk penulisan kode CSS-nya hampir sama dengan id. Perbedaannya dapat dilihat pada seperti berikut:

.atribut{
jenis:nilai;
}

Contohnya adalah seperti berikut:

.letak-teks{
text-align:right;
}

Kode diatas fungsinya untuk mengatur letak teks dari sebuag data atau elemen yang menyandang class "letak-teks".

Misalkan pada text area 1 yang kita buat diatas kita atur letak teksnya adalah kekanan. Maka kita tambahkan atrubut class dengan nama "letak-teks" pada text area tersebut.

<textarea id="kotakku" class="letak-teks">Ini Text Area 1</textarea>
<textarea id="kotakku">Ini Text Area 2</textarea>

Maka hasilnya akan menjadi:




Penggunaan class sendiri tidak serta merta harus bersanding dengan penggunaan id. Artinya bahwa untuk mengatur tampilan suatu data atau elemen, kita bisa menggunakan id saja, class saja, atau kedua-duanya. Toh tujuannya adalah untuk mengspesifikkan tampilan data tersebut. Misalnya seseorang yang hanya memiliki class "rambut gondrong", jika iya tidak menyandang id "Mahasiswa ITS" tentu dia tidak akan tampil seperti mahasiswa ITS, dia hanya tampil sebagai orang yang berambut gondrong saja.

Dengan contoh tersebut pasti pembaca sudah mengerti bukan? I hope so. Satu hal yang perlu pembaca ketahui, bahwa didalam CSS kita boleh membuat atribut-atribut sendiri yang kemudian kita deklarasikan (defenisikan). Tentu ini mempermudah kita karena menggunakan atribut-atribut yang kita kenal sendiri untuk mengatur tampilan halaman website yang kita buat.

Meletakkan CSS
Kode-kode CSS yang kita buat tadi dapat diletakkan pada halaman website dengan 2 cara:
  1. Dengan menuliskannya langsung pada halaman website yang kita buat. Untuk penulisanya, kode-kode CSS tersebut dibungkus oleh tag HTML yaitu: <style>
    Penulisannya:

    <style>
    #kotakku{
    width:200px;
    height:200px;
    color:#0226fe;
    }
    .letak-teks{
    text-align:right;
    }
    </style>

    Kode tersebut biasanya diletakkan dibawah tag <head> didalam halaman website kita.

  2. Dengan membuat halaman CSS khusus. Maksudnya adalah kita membuat sebuah halaman website yang hanya berisi kode-kode CSS. Kode-kode ini tidak perlu lagi dibungkus oleh tag HTML yaitu <style>. Agar dapat digunakan untuk mengatur tampilan halaman website, maka kita perlu meng-inject atau menghubungkan ke halaman website kita. Caranya adalah dengan menggunakan tag:

    <link rel= "stylesheet" type= "text/css" href= "URL FILE CSS"/>

    Ganti "URL FILE CSS" dengan URL dari file CSS yang kita buat dan simpan di internet. Bai pembaca yang mungkin masih bingung dengan yang namanya URL dan simpan menyimpan di internet, bisa membacanya disini.
Dengan melihat prinsip kerja dari CSS tersebuti, tentu bisa kita simpulkan bahwa CSS sangat berguna sekali. CSS bisa mempermudah kita dalam mengatur tampilan halaman website kita. Bayangkan saja jika terdapat sekian banyak data atau elemen didalam halaman website maka kita harus menulis begitu banyak pula tag-tag HTML untuk mengatur tampilannya dan kita menulisnya harus berulang-ulang untuk mengatur tiap elemen. Hal ini bisa pula menyebabkan size dari halaman kita semakin berat sehingga loading-nya menjadi lama ketika dibuka di internet. Namun, dengan adanya CSS, hal tersebut dapat dihindarkan. Selamat mencoba...
»»  read more

Selasa, 06 Januari 2009

Comments

CSS At a Glance

Masih ingatkah pembaca tentang fungsi instruksi dari tag-tag pada HTML dimana salah satunya adalah sebagai Presentation, yang berfungsi untuk mengatur tampilan dari suatu dokumen atau halaman website? Misalnya tag <i> yang memberikan instruksi untuk membuat text menjadi cetak miring. Untuk lebih jelasnya bisa Anda buka kembali postingan yang lalu disini. Lantas apa hubungannya dengan CSS yang sekarang kita bahas? Nah, fungsi instruksi dari HTML itu sekarang sudah dapat digantikan oleh yang namanya CSS. Berikut pengertian CSS yang saya coba untuk mendefenisikannya sendiri:

"CSS yang kepanjangannya adalah Cascading Style Sheets merupakan sebuah bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan dari suatu dokumen atau halaman website, atau dengan kata lainnya mengatur penampilan atau penampakan dari sebuah halaman website"

Fungsi ini sama dengan fungsi tag HTML sebagai presentation. Tampilan yang diatur antara lain warna, bentuk, ukuran, letak dan sebagainya dari halaman atau dokumen website tersebut. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, jika di dalam bahasa HTML kita ingin menginstruksikan sebuah teks menjadi cetak tebal, maka kita gunakan tag <strong>

Penulisannya: <strong>HALLO</strong>
Tampilannya: HALLO

Jika kita ingin membuat teks tersebut juga cetak miring, maka kita tambahkan tag <i>

Penulisannya: <i><strong>HALLO</strong><i/>
Tampilannya: HALLO

Dari sana bisa kita lihat bahwa jika ingin mengatur tampilan dari sebuah data misalnya sebuah teks, maka kita perlu menambahkan tag-tag yang menginstruksikan tampilan tersebut secara langsung pada teks tersebut. Jika ternyata ada teks lain yang ingin kita tampilkan sama seperti teks "HALLO" tersebut, maka kita harus memberikan tag-tag yang sama seperti tag-tag pada teks "HALLO" pada teks yang baru tersebut. Gimana, kebayangkan prinsip kerja tag HTML tersebut?
Sedangkan pada CSS, kita tidak perlu melakukan deklarasi satu persatu seperti dalam penggunan tag-tag HTML. CSS dapat menggantikan peran tag-tag tersebut dengan mendeklarasikan terlebih dahulu sebuah atribut, dan atribut tersebutlah yang akan digunakan oleh data-data seperti teks dan yang lainnya sebagai tampilannya.
Analoginya seperti ini:

Diawal kita defenisikan (deklarasikan):

  • Mahasiswa ITS adalah orang yang beralmamater biru, memakai dasi, dan bercelana hitam
  • Mahasiswa UI adalah orang yang beralmamater kuning, tidak berdasi, dan bercelana putih.

Maka, jika kita ingin seseorang penampilannya seperti mahasiswa ITS, maka kita cukup memberikan atribut kepadanya, yaitu "Mahasiswa ITS".
Dengan dia menyandang atribut "mahasiswa ITS", dia akan beralmamater biru, berdasi, dan bercelana hitam. Begitu pula jika seseorang ingin kita tampilkan beralmamater kuning, tidak berdasi, dan bercelana putih, maka kita berikan dia atribut "Mahasiswa UI".

Analogi tersebut berbeda jika didalam HTML. Jika kita ingin menampilkan seseorang beralmamater biru, memakai dasi, dan bercelana hitam, maka diawal kita harus memakaikan almamater, dasi, dan celana tersebut kepadanya. Jika kita ingin menambahkan tampilan baru misalnya memakai topi merah, maka kita harus memakaikan topi merah pada orang tersebut. Bayangkan jika orang yang ingin ditampilkan berjumlah 10, 20, atau 100? Tentu sangat repot. Berbeda dengan CSS, kita cukup menambahkan deklarasi baru bahwa seorang mahasiswa ITS juga bertopi merah, maka secara otomatis orang-orang yang telah menyandang atribut "Mahasiswa ITS" akan tampil bertopi merah pula.
Dengan kata lain, jika dengan tag HTML kita memakaikan almamater, dasi, celana, dan topi secara langsung pada seseorang agar dia tampil seperti yang kita inginkan, maka pada CSS kita cukup mencantumkan kepadanya sebuah atribut yang sudah kita defenisikan, misalnya "Mahasiswa ITS" atau "Mahasiswa UI", maka dia akan memakai sendiri almamater, dasi, celana, dan topi agar tampil seperti mahasiswa ITS atau UI.
Gimana? uda kebayangkan prinsip kerja dan bedanya? Mau makein celana ke orang lain atau nyuruh dia sendiri yang make? (NB: kalau makein pakaian buat cewek cakep sih gpp).He3x. Bercanda bro n sist ^^.
Bagaimana implementasinya? Tunggu postingan selanjutnya yach..saya mau belajar MSDM dulu, besok mau ujian soalnya. Sabar ya kawan-kawan. Doain biar sukses ujiannya :)

»»  read more
Comments

Bahasa Pemrograman Blogspot

Dari yang pernah disinggung pada postingan sebelumnya mengenai sedikit pengantar tentang website, mungkin sudah bisa memberikan gambaran buat pembaca tentang dasar pembuatan sebuah website itu sendiri yaitu menggunakan sebuah bahasa pemrograman website. Lalu bagaimana dengan blogspot? Blogspot sendiri menggunakan sebuah bahasa pemrograman XML (Extensible Markup Language), yaitu sebuah bahasa markup yang digunakan untuk mendefenisikan dan mendeskripsikan sebuah data. XML bisa dikatakan memiliki persamaan dengan HTML, namun ada perbedaan mendasar dalam penggunaannya. Seperti halnya HTML, XML juga menggunakan tag-tag markup untuk mendeskripsikan (sebagai informasi) sebuah data. Namun, perbedaannya terletak pada tag-tag markup itu sendiri. Jika dalam HTML kita dikenalkan oleh tag-tag yang sudah didefenisikan dan dibakukan terlebih dahulu dan kita hanya boleh menggunakan tag-tag tersebut, maka di dalam XML tidak ada tag-tag baku atau standar dan kita bebas membuat tag-tag sendiri untuk mendefenisikan data-data kita. Contoh bentuk XML bisa dilihat sebagai berikut:

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<pesan>
<dari>Penulis>/dari>
<untuk>Pembaca</untuk>
<
subjek>Datang Lagi</subjek>
<isi>Sering-sering datang lagi ya</isi>
>pesan>

Tag-tag seperti <pesan>, <dari>, dan lain-lain merupakan tag-tag markup yang kita buat sendiri untuk mendefeniskan data-data kita, seperti Penulis, Pembaca, dan seterusnya.
Coba pembaca bandingkan dengan contoh-contoh tag HTML yang diberikan pada pengantar tentang HTML di postingan sebelumnya. Tag-tag markup seperti <table>, <marquee>, dan lain-lain merupakan tag-tag markup yang sudah dibakukan terlebih dahulu dan kita tinggal menggunakannya.
Perbedaan ini sebenarnya juga didasari dari penggunaan bahasa pemrograman itu sendiri. HTML digunakan untuk menampilkan data-data dan membuat bagaimana data itu ditampilkan, sedangkan XML hanya sebatas mendefenisikan dan menggambarkan sebuah data. Jadi, dalam implementasinya, perlu aplikasi untuk mengirim dan menerima, atau menampilkan data-data dalam tag-tag XML itu untuk memberikan informasi dari data-data tersebut.
Saya rasa segitu dulu sedikit pengantar tentang bahasa pemrograman blogspot. Diharapkan bisa memberikan gambaran awal mengenai website dan mengerti tentang blog sebagai sebuah website. Tapi perlu ditegaskan di awal bahwa kita tidak murni menggunakan XML tersebut untuk membangun sebuah blog kita. Tapi HTML yang dikenal sebagai bahasa markup yang sederhana tetap bisa diimplementasikan dalam sebuah blog yang akan kita desain dan gunakan.


»»  read more
Comments

HTML At a Glance

HTML yang merupakan singkatan dari HyperText Markup Language, seperti yang sudah penulis sebutkan di postingan yang lalu, merupakan salah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman website untuk ditampilkan pada browsers internet. HTML sendiri merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman SGML (Standard Generalized Markup Language) yang digunakan dalam dunia penerbitan dan percetakan. HTML bisa dikatakan sebagai bahasa yang distandarkan atau dibakukan untuk membuat halaman web dan merupakan kode-kode yang digunakan untuk memberikan instruksi pada sebuah data didalam dokumen atau halaman website. Kode-kode ini biasanya disebut sebagai tag. Itulah sebabnya disebut sebagai Markup Language, karena merupakan kombinasi antara data dan informasi mengenai data tersebut. Nah, instruksi seperti apa yang ada dalam HTML? Menurut tante Wiki (baca wikipedia), ada 4 jenis instruksinya, yaitu:
  1. Structural, merupakan tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah teks. Contoh:
    <h1>Hallo</h1>
    Tag <h1> tersebut akan menginstruksikan text "Hallo" tampil menjadi sebuah Heading 1.
    <h2>Hallo Semua</h2>
    Tag <h2> tersebut akan menginstruksikan teks "Hallo Semua" tempil menjadi sebuah Heading 2.
    Mungkin bisa dianalogikan seperti pada sebuah makalah, "Hallo" akan menjadi sebuah judul, sedangkan "Hallo Semua" akan menjadi subjudul.
  2. Presentational, tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak peduli dengan level dari teks tersebut.
    Contoh:
    <marquee>Selamat</marquee>,
    akan menginstruksikan teks "Selamat" tampil sebagai teks yang bergerak/berjalan. Penggunaan tag HTML untuk presentational saat ini sudah dapat digantikan oleh CSS (Cascading Style Sheets). Kita akan belajar lebih lanjut tentang CSS pada postingan selanjutnya.
  3. Hipertext, tanda yang digunakan untuk menampilkan sebuah text sebagai hiperlink yang akan mengarah pada suatu URL dokumen atau halaman tertentu.
    Contoh:
    <a href="http://anakranto.co.cc">Anakranto</a>,
    akan menampilkan teks "Anakranto" sebagai sebiah hiperlink yang mengarah ke URL "http://anakranto.co.cc".
  4. Elemen widget, dimana tag HTML digunakan untuk membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horizontal (<hr>).

Nah, bahasa pemrograman seperti HTML inilah yang bisa kita gunakan sebagai salah satu bahasa untuk membuat atau mendesain halaman web. Bahasa ini yang akan menginstruksikan untuk menampilkan data (seperti teks, gambar, dll), serta mengatur bagaimana tampilan dari data tersebut pada browser. Lantas, bagaimana pula dengan tag-tag HTML itu sendiri? Dari mana asalnya dan bagaimana kita mengetahuinya? Seperti yang saya sebutkan di atas, HTML ini merupakan kode-kode (tag-tag markup) yang sudah dibakukan, dan kita tinggal menggunakannya. Adapun pembakuan (standardisasi) dari tag-tag ini dilakukan oleh sebuah lembaga yang fokus pada pengembangan standar-standar pada Word Wide Web (WWW), yaitu World Wide Web Consortium (W3C).

Cara Menulis Tag HTML
Tag HTML biasanya ditulis pada awal dan akhir dari text atau data yang ingin diinstruksikan oleh tag tersebut. Dengan kata lain, tag HTML akan membungkus data yang akan dipengaruhinya. Namun, tag awal dan akhir ini tidaklah sama, ada perbedaan penulisannya. Perbedaan penulisan tag HTML tersebut dapat dilihat dibawah ini:

<jenistag> CONTOH TEKS
</jenistag>

<jenistag> merupakan tag pembuka, sedangkan </jenistag> merupakan tag penutup. Adapun bedanya adalah pada tag penutup ditambahkan tanda "/".
Misalnya untuk membuat sebuah tabel pada halaman web, maka tag yang akan digunakan adalah <table>Isi Tabel</table>. Browser bisa mengenal tag tersebut sebagai instruksi untuk menampilkan sebuah table (Elemen widget) pada halaman website kita karena sudah distandarkan. Masih banyak lagi contoh-contoh tag HTML yang bisa kita gunakan. Namun belum akan saya tulis pada postingan ini. Kita akan mengenal tag-tag lain pada postingan selanjutnya. Yang penting pembaca yang budiman sudah sedikit paham mengenai arti HTML itu sendiri. Jika masih ada yang bingung, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya yach.. ^^

»»  read more

Sabtu, 03 Januari 2009

Comments

Panduan Lengkap Menggunakan Blog di Blogspot

Kita telah belajar bagaimana menciptakan blog di blogspot, maka sekarang saya akan menjelaskan seluk beluk yang ada di dalam blog itu sendiri, karena ada pepatah lama yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Memang ada benarnya jika kita tidak mengerti cara menggunakan blog di bloggspot ini, maka kita tidak akan menyukainya. Hal ini bisa penulis maklumi terutama ketika mood kita memang lagi down. Saya sendiri pernah mengalamaminya ketika saya mencoba sesuatu tapi saya bingung menggunakannya, alhasil saya jadi malas dan cepat bosan. Ternyata, yang saya coba itu punya manfaat yang besar juga. Baiklah, berikut ini saya paparkan panduan lengkap menggunakan blog di blogger yang telah Anda buat. Namun, karena panduan menggunakan blog di blogspot tersebut sangat panjang menurut saya, maka saya tidak menulis langsung pada blog ini karena bisa memperlambat loading. Pembaca bisa men-download-nya langsung melalui link dibawah ini, sekalian pembaca bisa jalan-jalan pada website saya yang telah saya buat dengan menggunakan sebuah CMS.

Klik Untuk Download Langkah-Langkah Memakai Blogspot Disini



»»  read more
Comments

Panduan Membuat Blog di Blogspot

Setelah cukup panjang bercuap-cuap dipengantar tutorial website, sekarang sudah saatnya kita terjun langsung ke TKP (Tempat Kita Praktek).
Saya akan awali dengan memaparkan langkah-langkah membuat blog di Blogspot. Sebenarnya ada banyak provider yang menyediakan tempat buat kita untuk ngeblog, seperti wordpress, multiply, friendster, dan lain-lain. Tentu ada perbedaan dari masing-masing provider terutama fitur yang diberikannya, dan tergantung kita mau milih yang mana. Jika fitur yang kita inginkan ternyata disediakan oleh provider yang satu, tentu kita akan memilih ngeblog disana. Namun, saya tidak akan membanding-bandingkan keunggulan masing-masing provider terkait blognya disini karena kurang etis menurut saya. Toh bagi saya semua blog akan sama saja jika memang tujuannya baik, dan yang pasti tergantung dari diri kita sendiri. Mungkin pembaca bertanya-tanya, lantas kenapa penulis memulai dengan tutorial membuat blog di blogspot?
Pertanyaan bagus. Ya karena salah satu perbedaan blogspot (perbedaan bukan berarti keunggulan lho) adalah kita diperbolehkan melakukan memodifikasi halaman blog kita, baik itu modifikasi template, tulisan, maupun menambah fitur-fitur lain yang kita anggap bagus dan menarik. Tentu hal ini sangat cocok bagi kita yang memang ingin mengembangkan kemampuan per-website-annya dan mau mencoba tantangan berkreasi pada blog sendiri.

Baiklah, berikut langkah-langkah membuat blog di blogspot:
  1. Buka alamat www.blogger.com pada browser Anda.
  2. Pada bagian sebelah kanan Anda akan menemukan tanda panah yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA.



    Klik tulisan tersebut, dan ikuti langkah selanjutnya.
  3. Anda akan masuk pada halaman pembuatan akun Google. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan akun yang akan Anda gunakan untuk masuk ke blog Anda. Nah, bagi Anda yang telah mempunyai akun Google baik itu dari Gmail atau yang lainnya bisa langsung menggunakannya. Untuk itu, klik link yang bertuliskan Slogin terlebih dahulu pada bagian atas form.



    Bagi pembaca yang ingin mengetahui cara menciptakan akun Google silahkan klik disini. Sedangkan bagi Anda yang belum mempunyai akun Google silahkan isi form tersebut. Perlu diperhatikan bahwa alamat email yang harus diisi pada form tersebut boleh alamat email dari mana saja, asalkan benar-benar sudah ada. Setelah semuanya diisi, klik tanda panah yang bertuliskan Lanjutkan.
  4. Anda akan masuk pada langkah berikutnya, yaitu penamaan blog Anda. Isian Judul Blog merupakan nama blog Anda yang akan Anda buat, sedangkan isian Alamat blog merupakan domain blog atau URL blog Anda yang akan dituliskan pada address bar browser jika ingin mengunjungi blog Anda. Setelah mengisi semuanya, klik lagi tanda panah dengan tulisan Lanjutkan.
  5. Langkah selanjutnya yang merupakan langkah terakhir adalah memilih template blog Anda. Template ini merupakan tampilan dari blog Anda. Silahkan pilih template yang sesuai dengan keinginan dan selera Anda. Pasti tidak sedikit diantara pembaca yang merasa kalau template yang ditawarkan disana kurang menarik atau yang lainnya. Tenang saja, template-template tersebut hanya sebagian kecil dari template blogger yang bisa Anda gunakan. Setelah ini kita akan belajar bagaimana mengganti template blogger yang sesuai dengan selera Anda atau memodifikasinya. So, jangan kemana-mana yach :). Pilih terlebih dahulu salah satu template tersebut. Kemudian klik tanda panah dengan tulisan Lanjutkan.
  6. Selanjutnya akan muncul halaman pesan yang mengatakan bahwa Blog Anda sudah jadi!. Maka klik tanda panah yang bertuliskan Mulai Blogging.
Oke, akhirnya sekarang Anda sudah memiliki sebuah blog dengan alamat seperti yang Anda isikan pada langkah ke-4 diatas. Setelah mengklik tanda panah dengan tulisan Mulai Blogging, Anda akan masuk pada halaman pembuatan/penulisan postingan yang baru. Halaman itulah yang akan Anda gunakan jika ingin menulis konten yang ingin Anda tampilkan pada blog Anda. Tapi, sebelum kita melangkah kesana, ada baiknya kita kenali terlebih dahulu halaman administrator kita. Pada blogger, halaman administrator atau control panel ini biasa disebut sebagai Dasbor (Dashboard). Perhatikan link dengan tulisan Dasbor dibagian kanan atas.



Klik link tersebut. Anda akan masuk pada halaman dasbor blog Anda. Dari halaman inilah Anda bisa memulai mengelola blog yang telah Anda ciptakan serta mengedit profil Anda. Ada satu hal yang penting untuk Anda ketahui, yaitu Anda boleh memiliki banyak blog pada blogger dengan menggunakan hanya satu akun Google yang telah Anda ciptakan sebelumnya. Asyik bukan? Untuk melakukannya, Anda cukup mengklik link Buat Blog yang ada disebelah kanan, dan Anda akan kembali pada proses pembuatan blog baru.

Selamat mencoba...
»»  read more

Jumat, 02 Januari 2009

Membuat Account Google

Sebenarnya account Google ini tidak mutlak dibutuhkan. Namun, ada baiknya kita menggunakan account Google karena beberapa pertimbangan, misalnya kita bisa menggunakan beberapa fasilitas Google lainnya jika mempunyai account Google seperti Google Mail (Gmail), Google Adsense, dan lain-lain. Selain itu, blog yang akan kita buat salah satunya adalah blog dari www.blogger.com dimana provider ini merupakan milik Google sendiri, sehingga nantinya kita semakin mudah dalam mengelola blog kita karena mengggunakan account yang sama untuk semua fasilitas dari Google. Oleh sebab itu, ada baiknya saya memberikan tutorial atau panduan membuat akun Google dimana akan saya awali dengan cara membuat Gmail.
Berikut langkah-langkah dalam menciptakan Google Mail (email Google).
  1. Buka www.google.com. Pada bagian kiri atas klik link Gmail sehingga muncul halaman login email Google. Klik tombol Sign up ke Gmail.
  2. Isi form pendaftaran sesuai dengan data diri Anda. Perhatikan bagian form yang awal. Anda diminta untuk mengisi Nama Login Yang Diinginkan. Isian ini akan menjadi ID email Google Anda
  3. Setelah semuanya selesai maka klik tombol Saya menerima. Buat akunku yang berada dibagian bawah.
  4. Maka Anda sudah mendapatkan sebuah email di Google dengan alamat : namalogin@gmail.com.
»»  read more
Comments

Antara Website, Blog, dan CMS

Baiklah, sekarang sudah waktunya kita memulai tutorial website yang sesungguhnya. Jadi, yang sebelumnya gak sungguh-sungguh donk? Bukan. Tapi sekarang kita sudah masuk ke tahap-tahap pembuatan website yang memang menjadi bahan di dalam blog ini. Mungkin pembaca bertanya-tanya, apa sih perbedaan website, blog, atau CMS itu sendiri? Kalau merujuk dari defenisi website pada postingan yang terdahulu, maka kumpulan halaman-halaman informasi yang mempunyai domain yang dibuka malalui internet adalah termasuk website. Berarti blog juga termasuk donk? Secara defenisi blog termasuk website. Lalu apa yang membedakannya dengan website kebanyakan, atau dengan CMS, atau kenapa disebut blog?
Pertanyaan-pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang juga muncul di kepala saya ketika pertama kali mendengar kata blog. Setelah saya mencoba mempelajari dan membandingkan, saya membuat kesimpulan tersendiri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Menurut saya, blog merupakan sebuah website yang lebih sederhana dalam pengelolaan dan penggunaannya. Blog dibuat khusus untuk mempermudah pengguna internet dalam menampilkan konten yang dimilikinya (sering berupa tulisan) tanpa harus membangun sebuah website dari awal. Biasanya konten-konten yang dituliskan pada blog tersebut ditampilkan dalam bentuk postingan-postingan yang muncul pada halaman blog secara berurutan. Hmm, ada baiknya kita membaca perbedaan-perbedaan mendasar antara blog dan website kebanyakan.

Website pada umumnya:
  1. Terlebih dahulu mendesain halaman-halaman website dengan menggunakan bahasa pemrograman web seperti HTML, PHP, ASP, XML, dll. Biasanya menggunakan bantuan software seperti dreamweaver atau frontpage.
  2. Halaman-halaman tersebut selanjutnya kita simpan dalam sebuah webserver (hosting) termasuk file-file atau dokumen-dokumen yang digunakan sebagai sumber membangun halaman-halaman tersebut, misalnya gambar. Selanjutnya kita juga perlu mendapatkan sebuah alamat website (domain).
  3. Untuk mengelolanya, biasanya kita atau dalam hal ini disebut webdeveloper, harus berhubungan langsung dengan halaman-halaman yang sudah kita simpan tadi. Maksudnya seperti ini, misalkan kita ingin menambah kalimat pada halaman yang sudah kita simpan, maka kita perlu masuk ke dalam hosting kita kemudian melakukan perubahan pada halaman tersebut.
  4. Kita dapat mendesain dari awal halaman yang kita inginkan secara keseluruhan dan dapat merubahnya secara keseluruhan juga.
  5. Sekarang ini website sudah banyak berbasis database sehingga memungkinkan pengelolaannya semakin mudah, misalnya sudah memakai halaman administrator. Selain itu, penggunaan database membuat website semakin canggih, misalnya bisa digunakan untuk jual beli di internet, dll. Sumber database itu sendiri adalah milik kita sebagai webdeveloper.
  6. Website yang yang kita bangun sendiri bisa merupakan website yang independen, artinya tidak mempunyai keterikatan dengan website lain.
Blog:
  1. Blog dibuat lebih sederhana dari website.
  2. Kita tidak perlu mendesain halaman-halaman secara satu persatu baik itu dengan softaware seperti dreamweaver ataupun frontpage.
  3. Untuk mendapatkan sebuah blog, kita hanya perlu mendaftarkan diri pada provider blog yang akan kita gunakan, misalnya www.blogger.com maupun www.wordpress.com. Provider tersebutlah yang akan menyediakan tempat untuk membuat sebuah blog dengan beberapa langkah yang telah mereka siapkan.
  4. Blog tidak mengharuskan kita mendapatkan hosting dan domain sebagai tempat penyimpanan halaman-halaman web kita. Kita tinggal menulis atau menampilkan konten-konten pada blog yang telah kita buat, karena halaman-halaman blog itu telah tersimpan pada provider blog yang kita gunakan.
  5. Kita akan mendapatkan halaman administrator (bisa disebut dashboard atau controlpanel). Dari halaman itulah kita melakukan pengelolaan konten-konten kita, misalnya menulis posting baru, mengedit, ataupun menghapusnya.
  6. Blog yang kita buat memang milik kita sendiri, namun sistemnya tidak seutuhnya milik kita, tetapi milik provider-nya sendiri. Artinya, kita masih punya keterkaitan sistem dengan provider-nya. Jika mereka merasa perlu menghapus blog Anda dari dunia internet, maka mereka bisa melakukannya kapanpun. Itulah sebabnya, jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum di dalam blog kita.
  7. Blog tidak memungkinkan kita membuat sebuah sistem database tersendiri yang terkoneksi pada blog kita, karena sistem database blog kita dimiliki oleh provider-nya. Kita hanya bisa mengelolanya.
Secara umum, blog memang tidak secanggih website kebanyakan, apalagi jika dibandingkan dengan website dinamis yang telah menggunakan database misalnya website jual beli di internet. Selain itu, kita juga tidak bisa melakukan pendaftaran user pada sebuah blog. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah, dan memang bukan masalah. Karena, blog sendiri dikhususkan bagi pengguna internet yang ingin menulis atau menampilkan konten-kontennya tanpa harus repot mendesain sebuah website dari awal kemudian melakukan hosting dan mendapatkan domain. Karena, bagi saya sendiri, semua tergantung pada tujuan awal kita. Misalnya kita hanya ingin menulis di internet, tentu kita tidak mau repot-repot berurusan dengan bahasa pemrograman website yang tentu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan tentu biaya, apalagi untuk mendapatkan space hosting yang tentunya tidak murah. Blog menjawab kebutuhan dan keterbatasan itu. Masak nulis aja kok repot. He3x. Tapi biarpun demikian, jika tujuan kita membuat sebuah website lebih dari sekedar menulis, misalnya membangun komunitas, berjualan di internet, membangun sebuah sistem managemen di internet, mungkin blog belum bisa menjawab keinginan itu. Maka dari itu optimalisasi sangat dibutuhkan dalam membuat website. Kita harus mengingat tujuan kita namun memperhatikan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Tentu dalam membangun sebuah website kita tidak mau rugi banyak. Kita harus menimbang-nimbang antara yang needed dan yang wanted. Jangan sampai kita mubajir dalam membangun sebuah website dengan tujuan yang sebenarnya tidak perlu menghabiskan biaya atau sumber yang lebih banyak.

Oke deh, sekarang kita perlu tahu apa sih CMS itu?
CMS (Content Management System) merupakan sebuah sistem website dimana dalam pengelolaannya hampir sama dengan pengelolaan blog, namun bentuknya bisa dikatakan sama dengan website pada umumnya. Duh, bingung ya? Kalau tadi kita sudah membandingkan antara website kebanyakan dengan blog, maka CMS ini dibuat untuk menggabungkan kedua-duanya. Loh, kok bisa? Tentu bisa. Website kebanyakan mengharuskan kita mendesain dari awal dengan bahasa pemrograman web dan tentunya secara keseluruhan website beserta sistem yang ada di dalamnya adalah milik kta seutuhnya dan boleh kita kelola serta kembangkan sendiri. Sedangkan blog mempermudah kita dalam pengelolaannya tanpa harus repot berurusan dengan bahasa pemrograman website namun tidak bisa memiliki dan mengembangkan seutuhnya sistem blog kita. Maka CMS merupakan sebuah sistem website dimana website yang kita bangun bisa dikatakan sama dengan website kebanyakan namun kita tidak perlu repot berurusan dengan bahasa pemrograman web serta pengelolaannya juga mirip dengan mengelola blog, mudah. Dengan demikian, kita bisa memiliki sistem website kita secara keseluruhan. Bagaimana mendapatkan CMS? Sudah banyak provider yang menyediakan layanan ini dengan memberikan modul yang berisis source website yang akan kita bangun. Bahkan tidak sedikit yang menyediakannya secara opensource. Kita tinggal menginstal modul tersebut dan mendapatkan sebuah desain yang siap pakai. Penasaran? Ikuti terus kisah dalam blog ini.he3x. Karena penulis akan menyajikan secara khusus liputan tentang blog maupun CMS :).

Hmm, mungkin sekarang pembaca mulai menimbang-nimbang, antara membuat website seperti yang kebanyakan, menggunakan blog, atau mencoba CMS? Tapi, bagi saya itu awal yang baik. Saya hanya bisa berpesan seperti yang saya sampaikan di atas tadi. Hal-hal yang harus kita pertimbangkan adalah tujuan kita menggunakan sebuah web, keterbatasan waktu maupun biaya, kemudahan, dan lain-lain. Untuk itulah blog ini khusus saya buat sebagai wadah belajar membuat sebuah website, baik itu website yang pada umumnya, blog, ataupun CMS.
Jangan kemana-mana ya, masih panjang kisah kita. Ha3x.
»»  read more

Kamis, 01 Januari 2009

Hosting dan Domain

Sebelum memulai belajar mendesain website, termasuk didalamnya blog ataupun CMS, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu istilah-istilah yang sering dan umum digunakan dalam dunia internet khususnya yang berhubungan dengan web. Salah satu yang perlu kita ketahui adalah hosting dan domain. Blog ini akan membahas apa sebenarnya arti istilah hosting dan domain serta mengetahui perbedaan hosting dan domain tersebut.
Website dapat saya umpamakan sebagai sebuah rumah dimana rumah itu sendiri dibangun di suatu tempat dan mempunyai sebuah alamat. Barang-barang kepunyaan kita tentu disimpan di dalam rumah tersebut. Selain itu, jika orang lain ingin mengunjungi rumah kita maka yang perlu diketahui oleh orang tersebut adalah alamat rumah kita misalnya Jl. Mawar Berduri No 21. Tanpa rumah kita tentu tidak bisa menyimpan barang-barang keperluan kita, dan tanpa alamat orang lain tentu tidak bisa mengunjungi rumah kita.

Seperti halnya rumah tersebut, web yang kita bangun juga perlu sebuah tempat untuk menyimpannya halaman-halamannya dan juga file-file yang digunakan dalam website kita. Dalam dunia internet, penyimpanan file-file website kita disebut HOSTING. Jadi hosting adalah penyimpanan file-file website kedalam jaringan internet (internetwork) dimana tempat penyimpanan itu sendiri disediakan oleh sebuah ISP (Internet Server Provider) atau biasa disebut sebagai webserver. Dengan tersimpannya website kita kedalam internet tentu orang akan bisa mengunjungi website kita dari tempat-tempat yang bisa mengakses internet dan kapan saja karena sudah tersimpan secara online di dalam internet.

Agar website kita dapat dikunjungi, maka website tersebut harus mempunyai alamat yang bisa diketahui oleh orang lain. Alamat website disebut dengan istilah DOMAIN. Biasanya domain ditulis dengan awalan http://www ataupun www. Misalnya http://www.anakranto.co.cc. HTTP (HyperText Transfer Protocol) itu sendiri merupakan sebuah aturan atau standar yang digunakan untuk membuat sebuah hubungan antara perangkat-perangkat pengakses internet guna memanggil halaman-halaman WWW (word wide web) atau secara sederhana disebut halaman-halaman internet.

Sebenarnya, domain digunakan untuk mempermudah orang dalam melakukan hubungan pada jaringan yang dituju dimana website yang ingin dilihat tersimpan. Karena pada dasarnya, yang ada adalah alamat IP (Internet Protokol Address) yang merupakan deretan angka-angka biner yang digunakan sebagai identifikasi dari sebuah komputer di internet. Tentu sangat sulit jika harus mengingat deretan angka-angka tersebut, apalagi jika harus berkunjung ke banyak website. Sehingga digunakanlah sebuah domain sebagai alternatif deretan angka-angka tersebut. Kita bisa memilih beberapa jenis domain. Ada yang berakhiran .com, .co.id, .org, .ac.id, dll, tergantung kebutuhan kita. Misalnya untuk lembaga komersil pada umumnya berakhiran .com ataupun .co.id (di Indonesia). Untuk lembaga pendidikan menggunakan .ac.id, dan untuk organisasi biasanya menggunakan .org.

Lalu, bagaimana pula dengan URL? Apa sih itu? URL (Uniform Resource Locator) merupakan suatu format tertentu yang menandakan alamat dari suatu sumber baik itu file atau dokumen yang telah tersimpan di internet. Domain sendiri bisa disebut sebagai sebuah URL dari website kita secara keseluruhan. Namun, saya sendiri beranggapan bahwa URL menunjukkan alamat yang lebih spesifik dari tiap-tiap sumber atau dokumen yang ada di internet atau dengan kata lain URL merupakan alamat dimana sebuah dokumen atau file tersimpan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa tiap sumber yang tersimpan di internet mempunyai URL yang berbeda-beda. Seperti yang pernah saya contohkan pada postingan sebelumnya, contoh sebuah URL adalah http://www.website-anda.com/fotoku.jpg. URL tersebut merupakan alamat sebuah file dengan nama fotoku.jpg.

Bagaiman mendapatkan hosting maupun domain website? Di dunia internet banyak provider (webserver) yang menyediakan layanan hosting ataupun domain gratis atau yang bayar. Untuk hosting ataupun domain yang bayar harganya juga bervariasi tergantung layanan yang diberikan dan kapasitas serta lama penggunaannya (dapat diperpanjang). Sedangkan DOMAIN GRATIS biasanya provider-nya akan menyisipkan link ataupun iklan kedalam website kita atau domain yang kita dapatkan biasanya mengandung kata atau alamat providernya. Domain yang saya contohkan di atas merupakan domain gratis dengan provider di http://www.co.cc. Baik DOMAIN GRATIS maupun HOSTING GRATIS ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk mengetahui perbedaan hosting bayar dan hosting gratis serta perbedaan free domain dan domain berbayar silahkan pembaca buka disini.

Hmm, saya rasa pembaca yang mungkin masih baru mengenal arti website sudah sedikit mengerti tentang istilah-istilah tersebut. Kalau belum mengerti atau masih bingung jangan sungkan-sungkan untuk bertanya atau berdiskusi dengan saya. Bagaimanpun, postingan ini hanya memberikan gambaran secara umum tentang istilah-istilah yang akan muncul selama kita belajar website di blog ini. Fokus kita selanjutnya adalah bagaimana membuat sebuah web termasuk didalamnya blog maupun CMS. Duh, dari dulu penulis sering menyebut istilah CMS. Apa sih itu? Tenang dulu, kita pasti akan mebahas itu, tapi ada baiknya kita belajar secara bertahap. Dan saya akan mempersiapkan langkah-langkah yang berurutan sehingga kita lebih mudah belajarnya. Namun, jika pembaca ternyata bingung atau merasa langkah-langkah tersebut tidak urut, maka saran pembaca sangat diharapkan. Karena dalam dunia marketing salah satu yang harus diperhatikan adalah Voice of Customer (VOC)..:)

»»  read more
Comments

Apa sih website itu?

Duh, dari judul postingan ini ada kesan penulis underestimate ya sama pembaca? Tapi bukan itu lho maksudnya. Pastilah diakui kita semua yang sering menjelajah ke dunia internet sudah memahami betul apa itu website. Namun, kurang baik rasanya kalau tutorial web ini tidak dimulai dengan mengetahui benda apa sih yang ditutorialkan ini. Selain itu, masih ada kemungkinan pembaca adalah orang yang baru pertama kali membuka internet, atau membuka internet karena pengen tahu arti sebuah website. Wah, pembelaannya terlalu banyak. Baiklah, langsung saja kita bahas definisi website itu terlebih dahulu.
Sebenarnya sangat banyak referensi yang bisa kita baca untuk sekedar mengetahui pengertian website, kalau malas baca buku, tinggal kita tanya saja Om Google ataupun tante Wiki (baca:wikipedia.red)(sebenarnya mereka sendiri termasuk sebuah website).
Saya akan coba mendefenisikan dengan bahasa saya sendiri.

"WEBSITE
merupakan kumpulan halaman-halaman yang berisi informasi yang disimpan di internet yang bisa diakses atau dilihat melalui jaringan internet pada perangkat-perangkat yang bisa mengakses internet itu sendiri seperti komputer, HP, dsb."

Bagaimana cara menampilkan dan menampilkan halaman-halaman informasi itu?
Yang pertama dilakukan adalah membuat atau mendesain halaman web yang berisi informasi itu dengan menggunakan bahasa pemrograman web. Sebagai bayangan, anggap saja terlebih dulu halaman-halaman itu adalah kertas-kertas yang berisi informasi yang ingin kita tunjukkan kepada orang lain. Tapi, tidak seperti kertas biasa, halaman ini ditulis dengan bahasa pemrograman website. Adapun bahasa program itu antara lain HTML, PHP, XML, ASP, dll. Misalnya seperti ini, kita ingin menampilkan sebuah gambar pada halaman website itu. Kita tidak bisa menuliskan kata-kata dengan bahasa kita sehari-hari, meskipun dengan bahasa 1001 negara (halah..). Contoh:

"Please show this image".

Jangan harap komputer akan mengerti kalimat Anda meskipun Anda menulis dengan grammer dan tenses yang tepat. Tapi kita cukup menulis dengan struktur seperti

<image src="http://www.website-anda.com/fotoku.jpg/>

dan secara otomatis, pada halaman website Anda akan muncul gambar dengan nama fotoku dengan alamat (URL):" http://www.website-anda.com/fotoku.jpg". Duh, apalagi tuh URL, kok bisa ada? Tenang, itu nanti kita bahas setelah ini. Untuk sementara Anda selesaikan dulu mebaca postingan ini sampai selesai.
Untuk membuat halaman-halaman website, sudah banyak software pendukung yang bisa kita gunakan, seperti Macromedia Dreamweaver dan Microsoft Frontpage. Sebenarnya di notepate juga bisa lho. Tapi..hiiiii...gak mau ahh..ngapain rumit-rumit, ya gak ..?he3x.
Nah, itu sekilas tentang dasar membuat halaman website. Lantas selanjutnya diapain, apa dikirim lewat pos? Tentu tidak. Halaman-halaman yang sudah kita buat tadi selanjutnya kita simpan pada jaringan sebuah penyedia layanan internet yang biasa disebut ISP (internet service provider) agar halaman-halaman kita bisa diakses atau dibuka oleh orang-orang diseluruh dunia melalui komputernya, HP, dsb, kapanpun dan dimanapun. Eh, gak deng..tapi ditempat yang bisa mengakses jaringan internet tentunya. Proses penyimpanan halaman website pada ISP itu sendiri biasa disebut hosting. Selain harus disimpan pada sebuah ISP, agar halaman website kita bisa diakses oleh orang lain, maka harus ada alamatnya. Alamat website tersebut biasa disebut domain. Ketika orang lain ingin melihat website Anda, maka cukup mengetikkan domain website Anda pada perangkat yang digunakannya. Untuk URL, hosting, dan domain sendiri akan kita bahas pada postingan selanjutnya. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk kembali lagi ya..;)
Saya rasa cukup sekian pengertian tentang arti website itu sendiri. Bagi pembaca yang mungkin baru pertama kali tahu dan kurang mengerti defenisi website tersebut, jangan sungkan-sungkan untuk terus bertanya. Dan bagi pembaca yang mungkin lebih tahu dan bisa menyampaikannya, silahkan berbagi di blog ini. Saya dengan senang hati mengharapkan partisipasi pembaca sekalian.

»»  read more
Comments

Selamat Datang

Halo pembaca yang terhormat. Perkenalkan saya dedi sinaga, si empunya blog ini..he3x. Disini kita akan belajar website lebih banyak lagi, termasuk didalamnya blog, CMS, baik pembuatan atau pendesainan, pengaturan atau pengelolaan (managing), maupun penggunaannya. Dan kita akan mencoba juga belajar mengedit tampilan friendster, sebuah situs pertemanan yang sedang booming di Indonesia. Hmm, tapi bukan berarti saya tahu segalanya tentang website. Karena kalau boleh jujur, per-website-an di dunia internet ini cakupannya luas, baik bidang pendesainan, penyediaan, maupun penggunaannya, yang tentunya tidak semua bisa saya kuasai. Makanya, saya juga mengundang pembaca yang budiman untuk bersama-sama membagi ilmunya melalui blog tutorials website ini. Dengan kita salain berbagi pengetahuan diharapkan ilmu kita semakin berkembang dan bisa digunakan untuk keperluan kita. Tutorial website ini akan kita sajikan dengan bahasa yang menarik dan tentunya mudah dimengerti. Untuk itu saran, ide, dan kritik dari pembaca mutlak diperlukan, karena bagaimanapun Anda semualah inspirasinya. Jangan sungkan untuk berbagi dan datang kembali ya...:)
Bagi teman-teman yang ingin belajar tutorial membuat website gratis silahkan berkunjung ke blog ini.

»»  read more

Followers